Inovasi Dosen STIKES Husada Jombang
Jombang, – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Husada Jombang kembali menorehkan prestasi di bidang riset dan inovasi melalui penelitian yang tengah dijalankan oleh salah satu dosennya. Penelitian tersebut berjudul “PROTOTIPE DESTIMULTI-PV: Pengembangan Alat Destilasi Multifungsi Tenaga Hybrid Dengan Kontrol Suhu Presisi Untuk Produksi Tiga Fraksi Laboratorium”. Kegiatan penelitian ini diketuai oleh Dr. Darsini, S.Kep.Ns., M.Kes, yang merupakan dosen di lingkungan STIKes Husada Jombang. Penelitian ini mendapatkan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan laboratorium akan bahan-bahan dasar seperti aquades, alkohol, dan minyak atsiri yang selama ini masih banyak diperoleh melalui pembelian dari pihak ketiga. Ketergantungan tersebut dinilai kurang efisien dari sisi biaya dan ketersediaan, terutama bagi institusi pendidikan kesehatan yang rutin melakukan praktikum dan penelitian. Selama ini, pengadaan bahan-bahan tersebut sering kali menghadapi kendala, mulai dari fluktuasi harga, keterbatasan stok, hingga waktu pengiriman yang tidak selalu sesuai dengan kebutuhan mendesak laboratorium. Kondisi inilah yang mendorong Dr. Darsini dan tim untuk merancang sebuah prototipe alat destilasi multifungsi yang mampu memproduksi ketiga jenis bahan tersebut secara mandiri di lingkungan laboratorium.
Keunggulan utama dari prototipe DESTIMULTI-PV terletak pada sistem tenaga hybrid yang menggabungkan sumber energi listrik dan energi angin. Pendekatan ini dipilih sebagai upaya mendukung kemandirian energi sekaligus mendorong pemanfaatan energi terbarukan dalam kegiatan akademik. Penggunaan tenaga angin sebagai sumber energi alternatif menjadi nilai tambah tersendiri, mengingat kondisi geografis Indonesia yang memiliki potensi angin cukup memadai di berbagai daerah. Dengan sistem hybrid ini, alat destilasi diharapkan dapat tetap beroperasi secara optimal meskipun terjadi gangguan pada pasokan listrik utama, sehingga proses produksi bahan laboratorium tidak terganggu.
Selain aspek energi, keunggulan lain dari prototipe ini terletak pada sistem kontrol suhu presisi yang memungkinkan proses destilasi berjalan lebih terkendali. Kontrol suhu yang akurat menjadi faktor krusial dalam proses destilasi, karena setiap fraksi yang dihasilkan memerlukan titik didih yang berbeda-beda. Dengan adanya kontrol suhu presisi, kualitas dan kemurnian produk yang dihasilkan dapat lebih terjaga dibandingkan metode konvensional yang masih mengandalkan pengaturan suhu secara manual. Hal ini tentunya akan sangat bermanfaat bagi kegiatan praktikum dan penelitian di laboratorium yang menuntut tingkat akurasi tinggi.
Dari sisi produk, alat destilasi ini dirancang untuk menghasilkan tiga fraksi utama yang biasa digunakan dalam kegiatan laboratorium. Aquades diproduksi dengan memanfaatkan air sumur sebagai bahan baku, yang tentunya mudah dijangkau dan tersedia dalam jumlah melimpah. Proses destilasi air sumur ini bertujuan untuk menghasilkan air murni yang bebas dari mineral dan kontaminan, sehingga layak digunakan sebagai pelarut dalam berbagai reaksi kimia dan prosedur laboratorium. Alkohol dihasilkan melalui proses destilasi tetes tebu atau molase serta sampah organik pasar yang telah difermentasikan terlebih dahulu. Pemanfaatan molase dan sampah organik pasar ini tidak hanya efisien dari sisi biaya, tetapi juga menjadi solusi pengelolaan limbah organik yang selama ini sering terabaikan. Adapun minyak atsiri diproduksi dari berbagai herba, bunga, dan tanaman lokal Indonesia, seperti serai, daun jeruk, cengkeh, dan tanaman lainnya, yang tidak hanya melimpah ketersediaannya tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi.
Pengembangan prototipe ini diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi laboratorium di lingkungan STIKes Husada Jombang maupun institusi lain yang memiliki kebutuhan serupa. Dengan kemampuan memproduksi bahan laboratorium secara mandiri, institusi dapat menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan kemandirian dalam penyediaan bahan praktikum. Lebih dari itu, penelitian ini juga membuka peluang pemanfaatan limbah organik pasar dan tanaman lokal sebagai bahan baku bernilai guna, sejalan dengan semangat inovasi dan keberlanjutan. Selain aspek teknis, penelitian ini juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, misalnya melalui peluang usaha produksi minyak atsiri skala kecil yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Melalui dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, penelitian ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tahap prototipe, tetapi dapat terus dikembangkan hingga siap digunakan secara luas. Rencana pengembangan ke depan mencakup penyempurnaan desain alat, pengujian efektivitas dan efisiensi produksi, serta diseminasi hasil penelitian melalui publikasi ilmiah dan seminar nasional maupun internasional. Keberhasilan penelitian ini menjadi bukti nyata kontribusi dosen STIKes Husada Jombang, khususnya Dr. Darsini, S.Kep.Ns., M.Kes, dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terapan, khususnya di bidang alat laboratorium dan pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia.
Dengan hadirnya prototipe DESTIMULTI-PV ini, diharapkan laboratorium-laboratorium di Indonesia, terutama yang berada di daerah dengan keterbatasan akses terhadap bahan kimia dan energi, dapat lebih mandiri dalam menjalankan kegiatan praktikum dan penelitian. Penelitian ini juga menjadi inspirasi bagi dosen dan peneliti lain untuk terus berinovasi menciptakan solusi yang tidak hanya bermanfaat bagi institusi, tetapi juga bagi masyarakat luas dan pembangunan bangsa.
